Rabu, 05 November 2014

BAB I


DISKRIPSI UMUM KECAMATAN TANJUNG REDEB

A.                   Sejarah dan latar belakang berdirinya Kecamatan Tanjung Redeb.

                Berdirinya Kecamatan Tanjung Redeb tidak terlepas dari factor sejarah berdirinya Kabupaten Berau berasal dan Kerajaan Berau yang didirikan sekitar abad XIV. Menurut Legenda sejarah Berau Raja pertama yang pemerintah adalah bernama Baddit Dippatung dengan gelar Aji Raden Surya Nata Kesuma dan Isterinya bernama Baddit Kurindan dengan gelar Aji Permaisuri.
Pusat pernerintahan kerajaan pada awalnya berkedudukan di Sungai Lati, sekarang menjadi lokasi per­tambangan Batu Bara PT. Berau Coal, Aji Raden Surya Nata Kesuma pada masa pemerintahannya dan tahun 1400 - 1432 menjalankan dengan adil dan bijaksana sehingga kesejah­teraan rakyatnya meningkat dan se­lain dan pada itu dia berhasil me­nyatukan wilayah pemukiman yang disebut Masyarakat Berau adalah “BANUA” yaitu Banua Merancang, Banua Pantai, Banua Kuran, Banua Rantau Buyut, dan Banua Rantau Sewakung. Kedudukannya sangat berpengaruh disamping kewibawa­annya menjadikan dia disegani oleh lawan maupun oleh kawan, untuk mengenang jasa raja Berau yang per­tama ini Pemerintah telah mengabdi­kannya sebagai nama Korem 091 Aji Surya Nata Kesuma yang berkedu­dukan di Samarinda salah satu Komando Rayon Militer KodamVI/TPR.
Setelah beliau wafat pemerintahan Kerajaan Berau dilanjutkan oleh putranya dan selanjutnya secara turun temurun keturunannya meme­rintah sampai pada sekitar abad ke XVII. Kemudian awal sekitar abad XVIII datanglah penjajah Belanda memasuki Kerajaan Berau dengan berkedok sebagao pedagang (VOC) namun kemudian kegiatan dilakukan dengan politi “Devide Et Empera”. Kelicikan Belanda berhasil memecah belah Kerajaan Berau, sehingga kera­jaan terpecah menjadi 2 Kesultanan yaitu Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.
Pada saat bersamaan masuk pula ajaran agama Islam ke Berau yang dibawa oleh Imam Sambuayan dengan pusat pe­nyebarannya disekitar Sukan (Desa Sukan). Sultan pertama di Kesultan­an Sambaliung adalah Raja Alam yang bergelar Alimuddin (1800 adalah 1852). RajaAlam terkenal pimpinan yang gigih menentang penjajah Belanda. Raja Alam pernah ditawan dan diasingkan ke Makassar (Ujung Pandang). Untuk mengenang jiwa Patriot Raja Alam namanya diabadi­kan menjadi Batalion 613 RajaAlam yang berkedudukan di Kotamadya Tarakan.
Kemudian sebagai Sultan terakhir di Kesultanan Sambaliung adalah Sultan Muhammad Ami­nuddin (1902 - 1959). Sedangkan Kesultanan Gunung Tabur sebagai Sultan per­tamanya adalah Sultan Muhammad Zainal Abidin (1800- 1833), keturunannya meneruskan pemerintahan hingga ke­pada Sultan Achmad maulana Chalifatullah Djalaluddin (wafat 15 April 1951) dan Sultan terakhir adalah Aji Rden Muhammad Ayub (1951 - 1960), kemudian wilayah Kesultanan menjadi bagian dan Kabupaten Berau.
Sultan Muhammad Aminuddin menjadi Kepala Daerah Istimewa Berau, beliau memerintah sampai dengan adanya peraturan peralihan dan Daerah Istimewa menjadi Ka­bupaten Dati I I Berau, yaitu Undang­-undang Darurat tahun 1953, dimana tanggal pelaksanaan Undang-undang tersebut dijadikan sebagai Hari jadi Kabupaten Dati I I Berau. Kemudian dengan diterbitkannya Undang­undang No. 27 tahun 1959 Daerah Istimewa Berau berubah menjadi Kabupaten Dati II Berau dan sebagai Bupati Kepala Daerah Tk. II yang pertama adalah Sultan Aji Raden Muhammad Ayub (1960 - 1964) dan sebagai Ibukotanya adalah Tanjung Redeb.
Penetapan Kota Tanjung Re­deb sebagai pusat pemerintahan Dati I I Kabupaten Berau adalah sebagai mengenang pemerintahan Kerajaan (Kesultanan) di Berau, pada tahun 1810 Sultan Alirnuddin (Raja Alam) memindahkan pusat pemerintahan­nya ke Kampung Gayam yang seka­rang kita kenal dengan nama Kampung Bugis dimana perpindahan ke Kampung Bugis itu adalah menjadi cikal bakal Kota Tanjung Redeb.


Peris­tiwa perpindahan itu terjadi pada tanggal 15 September tahun 1810 maka tanggal tersebut dibadikan sebagai Hari jadi Kota Tanjung Redeb sebagaimana telah ditetapkan dalam Perda No 03 tanggal 2 April 1992.



A.                                     Letak Geografis dan Demografis
Kecamatan Tanjung Redeb merupakan ibu kota Kabupaten Berau, letak dan keadaan geografisnya adalah sebagai berikut  :
1.               Lokasi dan luas wilayah Kecamatan Tanjung  Redeb  :
a)            Secara astronomis Kota Tg.Redeb terletak antara 116°  BT,119° BT,   233°  Lintang Utara, 1°  Bujur Timur.
b)           Secara geografis (alam:laut,selat,samudra,sungai) atau secara administrative (kewilayahan) Kota Tg.Redeb berbatasan sebagai berikut:
A.            Sebelah barat         :  dengan Kecamatan Teluk Bayur
B.            Sebelah utara         :  dengan Kecamatan Gunung Tabur
C.             Sebelah timur        :  dengan Kecamatan Sambaliung
D.            Sebelah selatan      :  dengan Kecamatan Sambaliung

Luas
24,46 km²
Jumlah penduduk
82.857 (2013 )
 - Kepadatan
26,661 jiwa/km²
Saat ini Data Pemeluk Umat Beragama kecamatan Tanjung Redeb, antara lain :

KECAMATAN
ISLAM
PROTESTAN
KATHOLIK
HINDU
BUDHA
KONGHUCHU
Lainya
JUMLAH

TANJUNG REDEB
72.158
7.560
2.265
106
758
6
4
82.857

2.               Sosial Budaya Masyarakat Kecamatan tanjung Redeb.

Berdasarkan angka statistic hampir 90 % pemeluk agama masayarakat Kecamatan Tanjung Redeb mayoritas beragama Islam selain agama Potestan, Katholik. Hindu, Budha dan Kong Huchu. Dan dari berbagai etnis suku yang menghiasi  keragaman suku pada masyarakat Kecamatan Tanjung Redeb yaitu. Suku Banjar, Jawa, Bugis, Toraja, Timor, Dayak dan Banua. Dan dari keragaman suku etnis pada masyarakat tersebut justru menghasilkan tujuan dan nilai yang sama dalam ikut serta  terlibat langsung dalam proses pembangunan di segala bidang.
Oleh karena itu geliat pembangunan pada kabupaten Berau khususnya kecamatan Tanjung Redeb selalu berjalan dinamis. Berbagai pusat kegiatan yang ada di kecamatan Tanjung Redeb adalah, Kantor Pemerintahan daerah Kab. Berau, Polres Kab. Berau,  RSUD Abd.Rivai, Kantor PLN Cabang Berau, PDAM Tirta, Dunia Perbankan seperti;  BNI, BRI, Bank Kaltim ( BPD), Bank Danamon, Bank BCA, Bank Mega, Bank Mandiri. Kantor Pos cab. Berau, Masjid Agung Baitul Hikmah (Masjid kabupaten) dan lain-lain. Umumnya Masyarakat Kecamatan Tanjung Redeb mata pencahariannya PNS, pekerja swasta di sector perusahaan Tambang Batu Bara, Wiraswasta dan lain-lain.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar